Istiqomah yang Sempurna : menjaga lisan, hati dan perbuatan

Segala puji bagi Allah ﷻ, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari kiamat.

Kita memohon kepada Allah agar diberikan keistiqomahan dalam menjalani kehidupan ini, karena istiqomah bukan perkara ringan, tetapi menjadi kunci keselamatan dunia dan akhirat.

Istiqomah Tidak Bisa Diambil Sebagian

Dalam menuntut ilmu dan mengamalkan agama, ada satu kaidah penting:

“Apa yang tidak bisa diambil semuanya, jangan ditinggalkan semuanya.”

Artinya:

  1. Jika belum mampu sempurna → tetap ambil yang mampu
  2. Jangan karena tidak bisa sempurna → lalu meninggalkan semuanya

Makna Istiqomah yang Sebenarnya

Para ulama menjelaskan bahwa istiqomah mencakup seluruh aspek diri:

الِاسْتِقَامَةُ تَتَعَلَّقُ بِالْأَقْوَالِ وَالْأَفْعَالِ وَالنِّيَّاتِ

“Istiqomah itu berkaitan dengan ucapan, perbuatan, dan niat.”

Artinya istiqomah tidak hanya Sekadar hati saja atau ucapan saja Tetapi mencakup:

  1. Lisan (ucapan)
  2. Anggota badan (perbuatan)
  3. Hati (niat dan keikhlasan)

Kesalahan: “Yang Penting Hati Baik”

Ada ungkapan yang sering kita dengar:

“Tidak shalat tidak apa-apa, yang penting hati baik.”

Ini adalah pemahaman yang keliru.

Karena:

  • Hati yang baik pasti melahirkan ucapan yang baik

  • Ucapan yang baik pasti melahirkan perbuatan yang baik

Ketiganya saling terhubung dan tidak bisa dipisahkan.

Lisan: Amalan yang Paling Banyak Dilakukan

Jika kita perhatikan kehidupan sehari-hari: 

Kita lebih banyak berbicara daripada berbuat

Bahkan disebutkan secara umum:

  • Perempuan bisa berbicara hingga puluhan ribu kata per hari
  • Laki-laki ribuan kata

Artinya:

👉 Lisan adalah amalan yang paling sering digunakan

Maka jika tidak dijaga, ia menjadi sumber kerusakan terbesar.

Hubungan Hati dan Lisan

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ، وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ


“Tidak akan istiqomah iman seorang hamba sampai hatinya istiqomah, dan tidak akan istiqomah hatinya sampai lisannya istiqomah.” (HR. Ahmad)

Hadits ini menunjukkan:

  • Iman → bergantung pada hati
  • Hati → bergantung pada lisan

Maka lisan adalah kunci utama.

Lisan Bisa Menghancurkan Amalan

Banyak orang rajin ibadah:

  • Shalat
  • Puasa
  • Sedekah

Namun rusak karena lisan:

  • Ghibah
  • Dusta
  • Cacian

Rasulullah ﷺ bersabda tentang puasa:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)

Artinya:

  • Puasa bukan hanya menahan lapar
  • Tapi juga menahan lisan

Mayoritas Manusia Celaka Karena Lisan

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ


“Bukankah yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka di atas wajah mereka adalah hasil dari lisan mereka" (HR. Tirmidzi)

Ini menunjukkan:

👉 Dosa lisan adalah penyebab terbesar kebinasaan

 Jaminan Surga: Jaga Dua Hal

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya (lisan) dan dua kakinya (kemaluan), maka aku jamin baginya surga.” (HR. Bukhari)

Tiga Kunci Keselamatan

Ada sahabat bertanya tentang keselamatan, maka Nabi ﷺ menjawab:

أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ، وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ، وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ

“Tahanlah lisanmu, hendaklah rumahmu mencukupimu, dan menangislah atas dosamu.” (HR. Tirmidzi)

Tiga kunci:

  1. Jaga lisan
  2. Perbanyak di rumah (isi dengan ibadah)
  3. Menyesali dosa

Bahaya Ucapan Bisa Mengeluarkan dari Islam

Ada orang-orang di zaman Nabi ﷺ yang bercanda menghina agama.

Allah ﷻ berfirman:

قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ ۝ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Katakanlah: apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian memperolok-olok? Jangan minta maaf, sungguh kalian telah kafir setelah beriman.” (QS. At-Taubah: 65–66)

Ini menunjukkan:

👉 Ucapan, meski bercanda, bisa berakibat fatal

Hati: Pusat Segala Kebaikan

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, maka seluruh tubuh rusak. Ketahuilah, itu adalah hati.” (HR. Bukhari & Muslim)

Hati Itu Terbatas: Harus Dijaga Isinya

Hati itu seperti wadah:

  1. Jika diisi keburukan → sulit menerima kebaikan
  2. Jika diisi kebaikan → mudah istiqomah

Karena itu:

👉 Jaga apa yang masuk ke hati:

  • Pandangan
  • Pergaulan
  • Informasi

Cara Menjaga Kesehatan Hati

Menjaga hati mirip menjaga tubuh:

1. Istirahat dari dosa

  • Kurangi maksiat
  • Hindari lingkungan buruk

2. Isi dengan kebaikan

  • Al-Qur’an
  • Dzikir
  • Ilmu

3. Bersihkan dari penyakit

  • Hasad
  • Riya
  • Ujub

Istiqomah bukan hanya:

  • Rajin ibadah
  • Banyak amal

Tetapi:

👉 Selaras antara hati, lisan, dan perbuatan

Kunci utamanya:

  • Jaga hati
  • Jaga lisan
  • Jaga amal

Karena:

👉 Banyak orang jatuh bukan karena tidak beramal

👉 Tapi karena tidak menjaga lisannya


Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk orang-orang yang istiqomah hingga akhir hayat.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url