Bahayanya Fitnah & Pentingnya Istiqamah

 

Pada kajian Ahad pagi ba’da Subuh, 8 Maret 2026, di Masjid Al-Falah TPA, Ustadz Nur Hablillah melanjutkan pembahasan kitab 10 Kaidah Istiqamah karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafizhahullah. Pada pertemuan kali ini, beliau menjelaskan tentang berbagai fitnah yang dapat menghalangi seseorang dari istiqamah serta pentingnya senantiasa memohon hidayah kepada Allah.

Dunia Dipenuhi Berbagai Fitnah

Kehidupan di dunia tidak lepas dari berbagai ujian dan fitnah. Bahkan sesuatu yang sangat dekat dengan kita, seperti keluarga dan harta, dapat menjadi ujian bagi keimanan seorang muslim.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istri kalian dan anak-anak kalian ada yang menjadi musuh bagi kalian, maka berhati-hatilah terhadap mereka.”
(QS. At-Taghābun: 14)

Ayat ini menjelaskan bahwa terkadang seseorang bisa lalai dari ketaatan kepada Allah karena terlalu mengikuti keinginan keluarga atau karena kesibukan mengurus urusan dunia.

Fitnah Wanita

Rasulullah ﷺ juga memperingatkan tentang besarnya fitnah wanita bagi kaum laki-laki. Beliau bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki selain fitnah wanita.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Seringkali orang memahami fitnah wanita hanya terbatas pada wanita yang bukan mahram. Namun dalam kehidupan sehari-hari, ujian juga bisa datang dari dalam rumah tangga ketika seseorang lebih menuruti keinginan keluarga hingga melalaikan kewajiban agama.

Anak Sebagai Ujian

Selain pasangan, anak juga dapat menjadi ujian bagi orang tua. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الْوَلَدَ مَبْخَلَةٌ مَجْبَنَةٌ مَحْزَنَةٌ

“Sesungguhnya anak itu dapat menjadikan seseorang pelit, penakut, dan bersedih.”
(HR. Ahmad)

Hadits ini menjelaskan bahwa anak bisa menyebabkan seseorang menjadi:

  • Pelit, karena khawatir hartanya habis untuk kebutuhan anak,
  • Penakut, karena takut mengambil risiko dalam menegakkan kebenaran,
  • Bersedih, karena berbagai masalah yang berkaitan dengan anak.

Karena itu seorang muslim harus mampu menjaga keseimbangan antara mencintai keluarga dan tetap menjalankan kewajiban kepada Allah.

Pentingnya Memohon Hidayah

Karena banyaknya fitnah dalam kehidupan, seorang muslim sangat membutuhkan hidayah dari Allah. Dalam setiap shalat kita membaca doa:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”
(QS. Al-Fatihah: 6)

Doa ini dibaca berulang kali setiap hari dalam shalat. Hal ini menunjukkan bahwa manusia sangat membutuhkan petunjuk Allah agar tetap berada di jalan yang benar.

Para ulama menjelaskan bahwa hidayah yang diminta dalam ayat ini mencakup dua hal:

  1. Hidayah untuk mengetahui kebenaran.
  2. Hidayah untuk tetap istiqamah di atas kebenaran tersebut.

Islam Adalah Agama yang Mudah

Dalam kajian ini juga dijelaskan bahwa Islam adalah agama yang penuh kemudahan dan tidak mengajarkan sikap berlebihan dalam beribadah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ

“Sesungguhnya agama ini mudah.”
(HR. Bukhari)

Beliau juga bersabda:

وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ

“Tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali agama itu akan mengalahkannya.”
(HR. Bukhari)

Karena itu seorang muslim hendaknya beribadah dengan penuh kesungguhan namun tetap sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ.

Amalan Sedikit Namun Istiqamah

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus.

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling terus-menerus meskipun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk menjaga amalan yang mampu ia lakukan secara istiqamah, walaupun tidak banyak.


Kajian ini mengingatkan kita bahwa istiqamah dalam beragama membutuhkan kesungguhan serta pertolongan dari Allah. Berbagai hal dalam kehidupan dapat menjadi fitnah jika tidak disikapi dengan benar, termasuk keluarga, harta, dan kesibukan dunia.

Semoga Allah ﷻ senantiasa memberikan kita hidayah, menjaga kita dari berbagai fitnah dunia, dan meneguhkan kita di atas jalan yang lurus.

✍️ Tim Media Al Falah

Donasi kegiatan Ramadhan? Klik disini
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url