Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?
Salah satu rahasia yang Allah sembunyikan dari manusia adalah waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar.
Allah tidak menyebutkan secara jelas kapan malam tersebut terjadi. Hal ini memiliki hikmah besar agar kaum muslimin bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
اِلْتَمِسُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Lailatul Qadar pada Malam-Malam Ganjil
Rasulullah ﷺ memberikan petunjuk yang lebih khusus lagi. Beliau ﷺ bersabda:
اِلْتَمِسُوهَا فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhori)
Yang dimaksud malam ganjil adalah:
- malam 21
- malam 23
- malam 25
- malam 27
- malam 29
Karena itu para ulama menganjurkan agar seorang muslim menghidupkan seluruh malam-malam tersebut dengan ibadah.
Pendapat Ulama Tentang Malam Lailatul Qadar
Para ulama berbeda pendapat mengenai malam yang paling mungkin menjadi Lailatul Qadar. Perbedaan ini muncul karena berbagai riwayat hadits yang berbeda.
Namun semua sepakat bahwa malam tersebut berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Pendapat Pertama
Sebagian ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar bisa terjadi pada malam ke-21 Ramadhan.
Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
اِلْتَمِسُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Kemudian Nabi ﷺ menceritakan tanda yang beliau lihat.
Dalam hadits disebutkan:
فَأُرِيتُ أَنِّي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ
“Maka aku diperlihatkan bahwa aku sujud di atas air dan tanah.” (HR. Bukhori & Muslim)
Pada pagi harinya terlihat bekas tanah dan air di dahi Rasulullah ﷺ, dan itu terjadi pada pagi hari tanggal 21 Ramadhan.
Karena itulah sebagian ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar pernah terjadi pada malam ke-21.
Pendapat Kedua
Sebagian ulama dari kalangan sahabat dan tabi’in berpendapat bahwa malam yang paling diharapkan adalah malam ke-23.
Pendapat ini dinukil dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma.
Dalil umum yang mereka gunakan adalah hadits Nabi ﷺ:
اِلْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir.” (HR. Bukhori)
Sebagian ulama Madinah ketika itu lebih menekankan malam 23 Ramadhan berdasarkan pengalaman mereka.
Pendapat Ketiga
Pendapat yang paling terkenal di kalangan ulama adalah bahwa Lailatul Qadar paling mungkin terjadi pada malam ke-27.
Pendapat ini didukung oleh beberapa riwayat hadits. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
“Barang siapa ingin mencarinya, maka carilah pada malam ke-27.” (HR. Ahmad)
Selain itu sahabat Nabi ﷺ yang sangat ahli dalam Al-Qur’an yaitu Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيُّ لَيْلَةٍ هِيَ، هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِقِيَامِهَا، هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
“Demi Allah, aku benar-benar mengetahui malam itu. Malam itu adalah malam yang Rasulullah ﷺ perintahkan kepada kami untuk menghidupkannya, yaitu malam ke-27.” (HR. Muslim)
Namun para ulama menjelaskan bahwa hal ini tidak berarti Lailatul Qadar selalu terjadi pada malam ke-27 setiap tahun.
Pendapat Keempat
Sebagian besar ulama menyimpulkan bahwa Lailatul Qadar tidak tetap pada satu malam tertentu, tetapi bisa berpindah-pindah setiap tahun.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي الْوِتْرِ
“Aku melihat mimpi kalian saling sesuai pada sepuluh malam terakhir. Maka siapa yang mencarinya hendaklah mencarinya pada malam-malam ganjil.” (HR. Bukhori & Muslim)
Karena itu para ulama menasihatkan agar seorang muslim menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Cara Terbaik Mendapatkan Lailatul Qadar
Agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan malam yang sangat mulia ini, para ulama menyarankan beberapa amalan:
1. Menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir
Dengan melakukan:
- shalat malam
- membaca Al-Qur’an
- dzikir
- doa
- i’tikaf
2. Mengikuti sunnah Nabi ﷺ
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ
“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi ﷺ menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.” (HR. Bukhori & Muslim)
Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dan penuh keberkahan.
Karena waktunya dirahasiakan, maka seorang muslim hendaknya bersungguh-sungguh beribadah pada seluruh sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Dengan demikian peluang mendapatkan malam yang lebih baik daripada seribu bulan menjadi lebih besar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar.